Assalamu'alaikum...Selamat Datang di Electrical Engineering Community 04...Take your Coment Bro...
Showing posts with label TEKNIK ELEKTRO UII NEWS. Show all posts
Showing posts with label TEKNIK ELEKTRO UII NEWS. Show all posts

Monday, April 26, 2010

Mobil paling hemat bahan bakar di indonesia 3.200 km/liter

Institut Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan tiga unit mobil prototip ramah lingkungan dan irit bahan bakar yaitu 1 liter untuk jarak tempuh 3.200 km.


Manajer Tim Rajawali Ananta Bagas mengatakan mobil ciptaan timnya akan bersaing dengan tim lainnya dari 12 negara di Asia dalam kompetisi Shell Eco-Marathon di Malaysia pada Juli.

Shell Eco-Marathon merupakan ajang kompetisi kendaraan untuk menempuh jarak terjauh dengan bahan bakar minimum. Selain dengan kompetitor luar negeri, mobil tim ITB ini akan bersaing juga dengan mobil ciptaan tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada.

"Untuk mengikuti Shell Eco-Marathon, ITB mengembangkan tiga mobil hemat bahan bakar dan ramah lingkungan, serta menggunakan teknologi baru yang belum pernah diterapkan," katanya di sela-sela peluncuran hari ini.

Dua mobil yaitu mobil kelas masa depan (kelas Future Concept) yang dikembangkan Tim Exia dan Rajawali, sedangkan di kelas mobil urban (Urban Concept) dikembangkan Tim Cikal.

Untuk mobil Rajawali, lanjutnya, timnya mengadopsi mesin pemotong rumput Honda GX 35 cc dengan modifikasi karburator injeksi, dan teknologi bearing keramik untuk meminimalkan gesekan roda.

Selain itu, mobil berkonsep masa depan tersebut menggunakan satu silinder berkekuatan 1,1 horse power, sedangkan untuk ban menggunakan ban sepeda ukuran 16 inchi.

Untuk rangka bodi luar, mobil yang memiliki bobot 50 kg tersebut menggunakan bahan carbon fiber. "Teknologi bearing inilah yang menjadikan mobil ini irit bahan bakar, satu liter cukup untuk menempuh jarak 3.200 km atau tiga kali bolak-balik Jakarta Surabaya," jelasnya.

Ananta menjelaskan untuk mengemudikan mobil Rajawali tersebut, pengemudi harus berada dalam posisi rebah di dalam ruang kemudi mobil. "Untuk mengoperasikannya, tinggal menggunakan pedal kanan yang berfungsi untuk rem depan dan pedal kiri berfungsi sebagai rem belakang. Untuk gas, tinggal ditekan di tuas kemudi," jelasnya.

Ketua Tim Exia ITB Elingselastri mengatakan mobil hemat bahan bakar dan ramah lingkungan ciptaannya menggunakan bahan bakar ethanol 100%. Selain itu, timnya menggunakan serat bambu sebagai pelapis bodi mobil.

"Mobil ini dinamakan Heave, merupakan kendaraan prototip tiga roda dengan satu penumpang, menggunakan struktur ringan," katanya.

Adapun mobil Cikal mengusung konsep modern sesuai dengan kehidupan perkotaan saat ini yang serba praktis. Mobil ini menggunakan bahan bakar bensin dengan oktan 95.(yn)

Link Terkait :

Friday, May 8, 2009

Dr. Gea O.F. Parikesit

Dr. Gea O.F. Parikesit: Mikrofluida Itu Punya Aplikasi yang Relevan & Dapat Difabrikasi di Indonesia

”Mikrofluida itu adalah ilmu yang mengkaji mengenai fluida pada skala lebih dari 100 mikrometer. Sedangkan, fluida adalah zat yang dapat mengalir, misalnya zat cair dan gas. Bidang ilmu ini mempunyai aplikasi yang sangat relevan di Indonesia dan telah terbukti produknya dapat difabrikasi juga di Indonesia. Sebagai contoh, telah dikembangkan di Nanggroe Aceh Darussalam ketika terjadi Tsunami, aplikasi ini digunakan untuk mendeteksi dan tes penyakit demam berdarah dan malaria. Bahkan, di Mataram adalah sebuah perusahaan bernama PT. Hepatika telah mengembangkan bidang ini untuk tes kehamilan dan HIV Aids,” tutur Dr. Gea O.F. Parikesit, seorang staf peneliti di Technische Universiteit Delft Belanda ketika memberikan materi mengenai instrumentasi mikrofluida.

Pria kelahiran Bandung ini, hadir menjadi Pembicara dalam Kuliah Umum Instumentasi Mikrofluida yang dilaksanakan oleh Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri UII, 7 Mei 2009. Studium General yang dilaksanakan di Auditorium FTI ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta baik mahasiswa dan dosen dari berbagai program studi di UII. Di antaranya: Jurusan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Informatika, dan Jurusan Teknik Sipil.

Untuk perguruan tinggi yang telah mulai mengkaji bidang ini, Dr. Gea melanjutkan, adalah Universitas Pelita Harapan di Jurusan Elektro dan Universitas Jember diaplikasikan di Jurusan Farmasinya. ”Memang, untuk Indonesia belum ada penelitian khusus yang mengkaji instrumentasi mikrofluida ini. Di luar negeri saja, bidang ini baru mulai giat diteliti sekitar 10 tahun terakhir ini. Tapi, selain menarik, peluang untuk diteliti dan diaplikasikan di Indonesia sangat besar. Itu tantangan buat kita semua”, ujar Alumni S1 Fisika Teknik ITB Bandung ini.

Dalam sessi diskusi, para peserta kuliah umum menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi. Bahkan, salah satu Dosen Teknik Sipil yang juga Ahli Transportasi UII, Ir. Bachnas, M.Sc., mengusulkan dan menawarkan adanya kajian multidisipliner untuk mikrofluida ini. ”Kami di Teknik Sipil, khususnya yang mengkaji bidang transportasi juga telah mengenal fluida, tapi dari sisi makronya, yaitu untuk mengukur air kapiler ke atas tanah dan badan jalan. Nah, jika diperkenankan usul, sepertinya sangat menarik juga jika bidang ini diaplikasikan di bidang pertanian, khususnya tanaman Indonesia yang tropis ini. Menurut saya manfaatnya akan sangat dirasakan oleh banyak orang,” usul Ir. Bachnas.

Menanggapi hal ini, Dr. Gea mengatakan sangat berterimakasih sekali atas usulan tersebut. ”Saya memang belum pernah sama sekali berpikiran aplikasi mikrofluida untuk bidang tanaman dan pertanian. Ini adalah ide yang sangat menarik yang bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. Ini tantangan bagi kita semua,” tukas Dr. Gea.

Khusus untuk Jurusan Teknik Elektro FTI UII, Dr. Gea memberikan masukan bahwa Teknik Elektro UII punya peluang sangat besar untuk dapat berkontribusi dalam bidang penelitian ini. ”Walaupun di matakuliah hanya diajarkan pengantar saja, namun, untuk penelitian lanjutan dan pendalaman, saya fikir ini adalah hal yang harus dicoba dan digalakkan di sini. Dosen-dosen yang khusus menggeluti bidang ini bisa bekerjasama dengan saya dan lembaga saya. Akan kita coba diskusikan setelah kuliah umum ini,” jelas Dr. Gea ketika ditemui selepas kuliah umum usai. (Mishbahul Munir)

Wednesday, April 29, 2009

Undangan Stadium General Tek.Elektro UII

7 Mei 2009: Undangan Stadium General Lab-on-a-Chip Instrumentation di Jurusan Teknik Elektro FTI UII

Untuk mengikuti perkembangan keilmuan bidang instrumentasi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, UII akan segera melaksanakan Kuliah Umum. Studium General ini akan dilaksanakan pada:

Hari: Kamis, 7 Mei 2009
Tempat: R. Auditorium FTI UII
Jam: 09.00 wib sd Selesai
Pembicara: Dr. GEA Parikesit (TUDElf University)

Topik: “Lab-on-a-Chip instrumentation: towards resource-efficient systems suitable for Indonesia”
Peserta: Mahasiswa Teknik Elektro
Pendaftaran: Ruang Jurusan Teknik Elektro, Gedung FTI UII, lantai 2.

Kuliah umum ini tidak dipungut biaya atau GRATIS!!!

Saturday, April 18, 2009

Pengumuman Sosialisasi Perubahan Kurikulum Jurusan Teknik Elektro FTI UII (new)

Sehubungan dengan adanya Perubahan Kurikulum Jurusan Teknik Elektro FTI UII Tahun Akademik 2009/2010, maka dengan ini mohon dengan sangat kehadiran mahasiswa pada Sosialisasi Kurikulum Baru pada:

Hari: Selasa, 21 April 2009
Jam: 09.30 wib
Tempat: Ruang Audiovisual Barat (106) FTI UII

Bagi mahasiswa yang belum tutup teori wajib hadir. Pengumuman serta aturan perubahan kurikulum dapat diunduh di bawah ini.

KESEPADANAN MATA KULIAH KURIKULUM TEKNIK ELEKTRO FTI UII

DISTRIBUSI KURIKULUM JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FTI UII 2009

ATURAN KONVERSI KURIKULUM TEKNIK ELEKTRO FTI UII 2009 FINAL

Demikian pengumuman ini dibuat agar menjadi perhatian.

Jogjakarta, 15 April 2009
Ketua Teknik Elektro,

Tito Yuwono, ST, M.Sc.